Cerita Lebaran 1438 H Part 2

Ceritaku dimulai dengan persiapan perjalanan sekitar 260 km dari Gresik Jatim ke Boyolali Jateng.

Berangkat mudik dengan keluarga besar, 3 generasi. Mbah Zakiyah semangat sekali menyiapkan bekal semua dibawa. Ada pentol, ada es sirup, air putih, nasi putih, mie goreng, makaroni skotel bikinan adik, dan apalagi y..

Saya masukkan ke wadah bekal, berangkatlah kami mudik. Sekitar wilayah Bojonegoro kami berhenti, di masjid yang fotonya ada di bawah.

IMG_20170627_122641-01Sambil sholat jamak takdim dhuhur dan ashar, kami beristirahat dan menikmati bekal kami…

Piring kami isi dengan nasi, pentol dan sebagainya, buanyak porsinya, dekat kami ada penjual pentol yang bekerja musiman menjadi tukang parkir.. Dagangannya membuat kami ingin beli, karena perut kami ingin diisi kuah hangat. Akhirnya, pentol bekal kami belum habis di pemberhentian pertama ini.IMG_20170627_114906-01Beberapa jam kemudian kami sampai di Sragen kalau tidak salah, mampir lagi di Masjid, untuk sholat jamak takdim Maghrib dan Isya’, dilanjutkan dengan beristirahat kembali, sekaligus menghabiskan bekal kami.

Pemudik lain juga banyak yang memutuskan berhenti di Masjid ini, mungkin mereka memiliki kriteria yang sama dengan suami saya, pilih Masjid di tepi jalan, parkir luas, ada toilet umum, peralatan sholat.

Kami tidak mempermasalahkan waktu perjalanan yang bertambah panjang, karena kami lebih mementingkan kenyamanan berkendara.

Prihatin mendengar banyak kecelakaan terutama yang dialami pemudik roda dua.. Semoga tips berhenti lebih sering, membuat para pengendara roda dua, segar dan fit kembali, berkonsentrasi membawa penumpangnya selamat sampai tujuan.

IMG_20170627_180210-01

Keluarga Jateng menelepon saat di pemberhentian kedua ini, saat pemberhentian pertama kami menjawab akan sampai Magrib, skr kami menjawab akan sampai jam 21.00 malam.

Kami cari posisi buat membuka bekal kami, kami keluar dari area masjid kali ini, karena ramai jamaah. Ada ruko di dekat masjid, kami makan di sana, dan memesan minuman hangat di penjual di dekat sana.

Bekal kami buka, ternyata banyak yang basi saudara, menjelang basi tepatnya, sayang sekali, terutama makaroni skotel dan pentol yang kami bawa. Yah akhirnya kami, agak tidak nafsu makan, makan nasi dan lauk seadanya, sampai kami bertekad harus mencuci semua peralatan makan kami begitu sampai tujuan. Kami tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan.

Kami pun melanjutkan perjalanan, baru keluar dari parkiran sudah disambut antrian mengular dari traffic light di depan. Alhamdulillah, jam sudah menunjukkan jam 20.00 malam…

Ternyata kami berhenti tadi lama sekali hampir 2 jam. Kami pun menikmati banyaknya volume kendaraan di jalan.. Perjalanan berangkat mudik ini, berada di bawah panduan Mbah Sugeng, mbsh nya anak-anak, kami belum berinisiatif menggunakan petunjuk dari google map, karena beliaunya, tidak tidur, melihat rute perjalanan kami, yah nurut lah sama yang sepuh🙏

Singkat cerita, dengan ikut pansuan mbah Sugeng akhirnya kami menempuh perjalanan selama 12 jam, karena kami 2x beristirahat dan mengikuti jalur tengah kota.

Besok paginya, beliau memesan tukang pijat, dan beristirahat lama…

Nah, nanti saya cerita, ngapain saja di Boyolali, dan proses perjalanan pulangnya..

Kira-kira lebih lama, sama, atau lebih cepat hayooo?

Nantikan cerita saya selanjutnya di part 3.

Rita Rahmawati

CTD862017164454

Advertisements

7 thoughts on “Cerita Lebaran 1438 H Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s