Menstimulasi Anak Suka Baca Day 9

CTD175201714319Menjelang sahur tanggal 20 Ramadhan 1438 H, saya memandang rak buku koleksi saya, ada buku yang pas untuk saya baca dalam rangka tantangan menstimulasi minat baca anak kali ini.

IMG_20170617_013133-01Buku karangan penulis favorit saya, yang saya kenal pertama kali dari buku berjudul “Kado Pernikahan untuk Istriku” ini ternyata belum selesai saya baca, sejak saya beli tahun 2015, nah tidak alasan lagi untuk menunda baca buku ini.

Buku ini menyadarkan saya, orangtua sebagai kunci untuk meningkatkan minat baca anak. Bagaimana saya sebagai orangtua memberikan pengalaman pramembaca yang menyenangkan dan kondisi yang kondusif agar anak-anak gila membaca.

Hal yang jarang saya praktekkan sebelum membaca buku ini, saya belum tahu pentingnya waktu Shubuh untuk diisi kegiatan yang membawa kemaslahatan.

Orang tua sering merasa kasihan pada anak-anak yang “belum cukup umur” ketika ia harus membangunkan para buah hati itu sebelum subuh. Kita sering merasa kasihan dan khawatir jangan-jangan anak merasa tersiksa karena harus bangun subuh.

“Anak-anak yang manis biarlah tetap tidur manis.” Padahal, anak-anak itu bisa bangun dengan lebih manis kalau kita ajak bangun dengan baik dan lembut, kalau kita mampu merebut hati mereka dan memberi makna pada usaha yang mereka lakukan.

Secangkir susu sebelum subuh merupakan salah satu penggerak yang bisa kita berikan untuk anak. Bangunkanlah anak pada waktu dini hari saat matahari belum bersinar dengan mengedepankan tawaran secangkir susu hangat kepadanya.

Tampaknya sederhana karena hanya terkait dengan masalah bagaimana kita berbicara, tetapi hindarilah membangunkan anak dengan iming-iming akan membuat secangkir susu untuknya jika ia mau bangun.

Sebaliknya tunjukkanlah pada Anak bahwa karena sayang kepadanya, kita telah membuatkan secangkir susu untuknya. Dan, karena itu, kita perlu membangunkannya agar bisa menikmatinya karena hangat.

Katakan kepadanya, “Husain, itu ibu sudah buatkan segelas susu untukmu. Bangun yo, Nak. Minum susinya selagi hangat.”

Jangan katakan, “Ayo bangun. Kalau kamu mau bangun, nanti ibu bikinksn susu untukmu.”

Membangunkan anak karena kita telah buatkan secangkir susu untuknya justru membuatnya bergairah sehingga lebih ringan bangun pagi. Sebaliknya, menjadikan secangkir susu sebagai iming-iming jika anak mau bangun, tanpa kita sadari melemahkan motivasi intrinsik anak. Ia bangun apabila ia membituhkan imbalan.

Pada saat yang sama, hadirnya secangkir susu untuknya bukanlah pertanda orang tua sayang padanya, melainkan “sesuatu yang sudah semestinya ada”.

Nah, mulailah Anda melakukannya. Insya Allah Anda akan mendapati anak Anda sangat bahagia ketika Anda membangunkannya pada dini hari.

Dapatilah anak-anak itu sebagai anak yang manis tatkala adzan Subuh berkumandang dari masjid sebelah sana.

Bukankah yang demikian itu anak-anak harapan kita?

22 Ramadhan 1348 H

 

Advertisements

4 thoughts on “Menstimulasi Anak Suka Baca Day 9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s