Me Time Story (ala Breast Cancer Survivor)



Kenapa dijadikan me time? Iya, seorang penderita penyakit apapun harus punya me time sendiri-sendiri, agar  semangat hidup meningkat dan berada di tengah situasi kondusif untuk melakukan gaya hidup sehat.
Bagaimana tetap menjaga kualitas hidup tetap tinggi, dengan beradaptasi dengan semua jadwal pengobatan, efek samping dari kemoterapi yang dirasakan, seperti rontoknya rambut, menurunnya imunitas dan sebagainya, berbeda tiap orang. Aktivitas domestik dan di ranah umum tetap berjalan, anak-anak yang butuh perhatian tidak merasa ditinggalkan.
Apa yang bisa saya lakukan? Sudah cukup fase denial saya terhadap diagnosa cancer yang saya terima. Tetap set positive thinking dan happy thougt, bersabar dengan semua keadaan, ini yang benar-benar terasa karena harus terus diingatkan suami setiap saat.

Support
system dari sejawat saling sharing bagaimana strategi meningkatkan imunitas dengan ekstra mengkonsumsi buah dan sayur, ekstra air putih dan mengurangi konsumsi makanan yang tidak bergizi dan junk food, kemudian silaturrahim mereka ke rumah sangat membantu memompa semangat, karena masih banyak yang kondisinya lebih buruk dari saya.
Poin penting selanjutnya adalah harus tetap semangat melanjutkan semua terapi pengobatan medis yang diterima. Efek samping yang tidak diharapkan jangan sampai menghentikan semangat untuk berobat. Boleh saja menggunakan second opinion yang wajar, pilihlah yang tidak bertentangan dengan agama dan terapi medis. Karena wajar, kadang terlalu banyak informasi yang diterima membuat penderita bingung.
Berproses bersama anggota keluarga, membuat tim yang solid untuk melalui semua bersama. Ada beberapa family  project untuk dicoba keluarga kami.

  1. Fampro Read Aloud
  2. Fampro Konmari Method
  3. Fampro Melawan Sakit.

Fampro read aloud kami lakukan dengan pembagian tugas:
Orang Tua, sebagai penyedia sarana, dan yang membacakan cerita. Anak-anak sebagai penggembira kami dan sebagai pendengar
Fampro ini memungkinkan saya menjelaskan harapan saya saat saya sakit, agar anak-anak bisa bekerja sama. Menjelaskan saya kenapa saya kehilangan rambut dan sebagainya.
Tapi kadang fampro ini kurang berhasil, karena kadang ada yang tidur duluan entah saya atau anak-anak dan kadang mereka tidur dengan mbah mereka sehingga tidak bisa melakukan read aloud.
Fampro Konmari Method membantu saya membuat lingkungan yang terapeutik, mengkondisikan diri untuk berubah, agar bisa tetap sehat di rumah. Apa itu Konmari Method? Cara untuk membuat lingkungangan menjadi rapi dengan mengurangi barang yang tidak perlu pada langkah pertama. Sentuh semua barang yang dikoleksi, rasakan, apakah muncul rasa Sparkling of Joy? Ini yang susah, karena yang namanya koleksi pasti tujuannya untuk dikumpulkan atau ditampilkan, kemudian setelah dieliminasi, golongkan barang yang tersisa, kemudian tata kembali. Ulangi hal tersebut berulang kali.
Fampro Melawan Sakit, kami lakukan dengan mengubah pola makan. Ekstra buah, ekstra sayur, ekstra air putih, ekstra jus, semua yang sehat-sehat saya konsumsi, dokter saya berpesan, untuk kemoterapi ini tidak ada pantangan makan, jaga tubuh tetap fit, yang penting sehat.
Hal lain yang sangat membantu saya adalah menemukan sarana untuk menuangkan segala rasa melalui komunitas menulis, yang mampu membuat saya tetap sibuk, meskipun di sela menulis saya harus merapikan rambut saya yang rontok, kadang harus bangun sendirian di tengah malam agar tidak ada yang mengganggu saya menulis, tapi saya bahagia bisa menulis. Saya juga menemukan komunitas breast cancer survivor di internet dan akhirnya bisa saling berkomunikasi untuk menguatkan yang lain. Saya juga punya teman-teman baru saat mengantri di Poli Bedah dan Onkologi tempat saya berobat, berbagi bagaimana kondisi mereka sekarang dan kesabaran mereka dalam melalui proses pengobatan.
Saat saya lelah dengan segala macam kondisi terakhir fisik saya, suasana hati yang naik turun, saya hanya memasrahkan diri pada Allah SWT, tidak ada yang bisa membantu saya selain saya sendiri dan pertolongan Allah SWT, siapa yang membawa semua informasi yang saya butuhkan untuk mencari pengobatan, siapa yang membantu saya merawat anak-anak saya, keluarga yang berkumpul di saat saya sakit, merupakan pertolongan yang datang di saat yang tepat. Saya hanya tinggal bersabar dan menjalani. Buat apa depresi, hanya menambah dosa saja.
Terakhir saya mengingatkan diri saya sendiri agar menganggap kesehatan saya saat ini sebagai pengingat bahwa saya harus lebih sabar, diberi kesempatan bertaubat, memperbaiki diri, sebelum saya harus mempertanggungjawabakannya kelak di akhirat. Betapa beruntungnya saya bisa melihat dengan sisi yang berbeda. Alhamdulillah

Profil Penulis

Nama saya Rita Rahmawati, tinggal di Gresik Jawa Timur, Ibu dengan 2 anak (5 dan 2 tahun).

Saat ini menyibukkan diri dengan belajar di berbagai komunitas untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi, selain itu sibuk bekerja di ranah luar rumah tangga dengan sebagai dosen. Saya bisa dihubungi melalui media sosial saya https://www.facebook.com/NyonyaAditya dan https://mamaritajournal.wordpress.com/

Advertisements

10 thoughts on “Me Time Story (ala Breast Cancer Survivor)

  1. VIcky Laurentina says:

    Mbak Rita, saya sangat terkesan sekali dengan upaya Mbak Rita menjelaskan kepada anak-anak Mbak Rita tentang efek samping obat Mbak Rita melalui Read Aloud ini.

    Semoga segera sehat kembali ya, Mbak 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s