Do’a Ibu

Saya sangat bersyukur masih dikaruniai Ibu yang masih sehat di usia saya yang sudah dewasa dengan dua anak. Semangat Ibu yang membara dalam menuntut ilmu di usia pensiun membuat saya kagum. Nasihat dari pengajian yang diikutinya selalu disampaikan lagi ke orang rumah baik itu secara langsung maupun tidak langsung diantaranya melalui group WhatsApp keluarga.

Beliau berhasil mendidik dua putrinya  nyaris tanpa campur tangan Bapak yang hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan kami saja.

Zaman itu, orang tua saya jarang mengikuti seminar parenting ataupun komunitas homeschooling, yang paling saya ingat saat saya kecil, saya selalu mendengar langkah sepatu Ibu saya pulang, dan kami berteriak menyambutnya. Beliau selalu memberikan perhatian penuh pada kami sepulang kerja. Tidak ada kesibukan whatsapp group untuk kuliah tentang quality time. Beliau sudah menerapkannya. Saya? terlalu banyak badai informasi yang masuk dan kelabakan menerapkannya.

Ibu saya orang yang tangguh, meskipun jika saya nilai tidak memiliki visi misi yang jelas dalam keluarga tapi beliau selalu  mendo’akan kami agar jadi orang berguna, memiliki jodoh yang baik dan selamat di dunia dan akhirat.

Banyak orangtua yang berhasil mendidik anaknya bukan karena kepandaiannya mendidik anak,tapi karena do’a-do’a mereka yang tulus. banyak orangtua yang caranya mendidik salah jika ditinjau segi psikologi, tetapi anak-anaknya tumbuh menjadi penyejuk mata yang membawa kebaikan dikarenakan amat besarnya pengharapan orangtuanya.

Rita Rahmawati

Menulis untuk mengingatkan diri sendiriDahsy datnya(2)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s